Tampilkan postingan dengan label elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elektronika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

MACAM MACAM KAPASITOR

Macam-macam dan Bentuk Kondensator Setelah anda tahu yang dimaksud dengan komponen kondensator maupun kapasitor, baca Pengertian Kapasitor / Kondensator Dalam Bidang Elektronika dan Cara Membaca Nilai Kapasitor / Kondensator.Seperti halnya komponen elektronika yang lain kondensator juga memiliki banyak macamnya. Berikut macam kondensator berdasarkan kegunaannya:

1. Kondensator Tetap  
  
Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubah-ubah.(nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah).
Kondensator tetap ada tiga macam bentuk :

            a. Kondensator Keramik (Ceramic Capacitor) 

Bentuknya ada yang bulat tipis, ada yang persegi empat berwarna merah, hijau, coklat dan lain-lain.Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB), boleh dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif dan negatif. Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (KpF). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang sampai ribuan volt.


Gambar 1. kapasitor keramik
  
Cara membaca nilai kapasitor Keramik :
Contoh misal pada badannya tertulis = 203, nilai kapasitasnya = 20.000 pF
= 20 KpF =0,02 μF.
Jika pada badannya tertulis = 502, nilai kapasitasnya = 5.000 pF = 5 KpF
= 0,005 μF

  
Gambar 2. membaca nilai kapasitor

b. Kondensator Polyester
Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya. Bentuknya persegi empat seperti permen. Biasanya mempunyai warna merah, hijau, coklat dan sebagainya.


Gambar 3. kapasitor polyester
c. Kondensator Kertas
Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder. Misal pada radio dipasang seri dari spul osilator ke variabel condensator. Nilai kapasitas yang dipakai pada sirkuit oscilator antara lain:
·         Kapasitas 200 pF - 500 pF untuk daerah gelombang menengah(Medium Wave / MW) = 190 meter - 500 meter.
·         Kapasitas 1.000 pF - 2.200 pF untuk daerah gelombang pendek(Short Wave / SW) SW 1 = 40 meter - 130 meter.
·         Kapasitas 2.700 pF - 6.800 pF untuk daerah gelombang SW 1, 2, 3 dan 4, = 13 meter - 49 meter.                                                          

                                                                                
                                        

                   Gambar 4. kapasitor kertas



2. Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco)
Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( - ) adalah kaki negatif. Nilai kapasitasnya dari 0,47 μF (mikroFarad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.


Gambar 5. kondensator elektrolit
  
Selain kondensator elektrolit (Elco) yang mempunyai polaritas, ada juga kondensator jenis elco yang berpolaritas yaitu kondensator solid tantalum.dan ada Elco yang Non Polaritas pada kakinya tidak ada kutub (+) dan (-)
Gambar 6. kondensator solid tantalum

Gambar 7. elco non polar
Kerusakan umum pada kondensator elektrolit di antaranya adalah :
  • Kering (kapasitasnya berubah)
  • Konsleting
  • Meledak, yang dikarenakan salah dalam pemberian tegangan positif dan negatifnya, jika batas maksimum voltase dilampaui juga bisa meledak.
  
3. Kondensator Tidak Tetap (Variabel dan Trimmer)
Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng.



Gambar 8. kondensator variabel

            Kondensator variabel (Varco) terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100 pF (pikoFarad)  sampai 500 pF (100pF = 0.0001μF).Kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi  sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.


Gambar 9. symbol  kondensator variable

             Sedangkan kondensator trimer dipasang paralel dengan variabel kondensator berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi tersebut.Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).

Gambar 10. symbol kondensator trimer
Sumber : http://duniaelektonika.blogspot.com/2013/01/macam-macam-kapasitor-kondensator.html

Cara Membaca dan Menghitung Nilai Kapasitor berdasarkan Kode Angka

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah merupakan salah satu Komponen Elektronika Pasif yang paling banyak digunakan dalam rangkaian peralatan elektronika. Fungsi Kapasitor yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara membuatnya menjadi Komponen Elektronika yang penting. Artikel sebelumnya telah membahas tentang Jenis-jenis Kapasitor beserta Fungsi dan Simbolnya, maka untuk kesempatan ini akan membahas tentang Cara Membaca dan Menghitung Nilai Kapasitor berdasarkan Kode Angka dan Huruf-nya.
Satuan Kapasitansi Kapasitor adalah Farad, tetapi Farad merupakan satuan yang besar untuk sebuah Kapasitor yang umum dipakai oleh Peralatan Elektronik. Oleh Karena itu, Satuan-satuan yang merupakan turunan dari Farad menjadi pilihan utama produsen dalam memproduksi sebuah Kapasitor agar dapat digunakan oleh peralatan Elektronika. Satuan-satuan tersebut diantaranya adalah : Micro Farad (µF), Nano Farad (nF) dan Piko Farad (pF ).
Berikut ini adalah ukuran turunan Farad yang umum digunakan dalam menentukan Nilai Kapasitansi sebuah Kapasitor :
1 Farad        = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF                = 1.000nF (nano Farad)
1µF                = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF                = 1.000pF (piko Farad)

Cara Membaca Nilai Kapasitor Elektrolit (ELCO)

Untuk Kapasitor Elektrolit atau ELCO, nilai Kapasitansinya telah tertera di label badannya dengan jelas. Jadi sangat mudah untuk menentukan nilainya. Contoh 100µF 16V, 470µF 10V, 1000µF 6.3V ataupun 3300µF 16V. Untuk lebih Jelas silakan lihat gambar dibawah ini :Elco (Electrolyte Condensator)
Nilai Kapasitor pada gambar diatas adalah 3300µF  (baca : 3300 Micro Farad)
Hal yang perlu diingat adalah Kapasitor Elektrolit (ELCO) merupakan jenis Kapasitor yang memiliki Polaritas (+) dan (-) sehingga perlu hati-hati dalam pemasangannya. Seperti Gambar diatas, di badan Kapasitor juga terdapat tanda yang menunjukkan Polaritas arah Negatif (-) dari sebuah Kapasitor Elektrolit. Disamping itu, daya tahan Panas Kapasitor juga tertulis dengan jelas di label badannya. Contohnya 85°C dan 105°C.

Cara Membaca Nilai Kapasitor Keramik, Kapasitor Kertas dan Kapasitor non-Polaritas lainnya.

Untuk Kapasitor Keramik, Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyester atau Kapasitor Non-Polaritas lainnya, pada umumnya dituliskan Kode Nilai dibadannya. Seperti 104J, 202M, 473K dan lain sebagainya. Maka kita perlu menghitungnya ke dalam nilai Kapasitansi Kapasitor yang sebenarnya.Contoh Kapasitor Keramik
Contoh untuk membaca Nilai Kode untuk Kapasitor Keramik diatas dengan Tulisan Kode 473Z. Cara menghitung Nilai Kapasitor berdasarkan kode tersebut adalah sebagai berikut :
Kode : 473Z
Nilai Kapasitor = 47 x 103
Nilai Kapasitor = 47 x 1000
Nilai Kapasitor = 47.000pF atau 47nF atau 0,047µF
Huruf dibelakang angka menandakan Toleransi dari Nilai Kapasitor tersebut, Berikut adalah daftar Nilai Toleransinya :
B = 0.10pF
C = 0.25pF
D = 0.5pF
E = 0.5%
F = 1%
G= 2%
H = 3%
J = 5%
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
473Z = 47,000pF +80% dan -20% atau berkisar antara 37.600 pF ~ 84.600 pF.
Jika di badan badan Kapasitor hanya bertuliskan 2 angka, Contohnya 47J maka perhitungannya adalah sebagai berikut :
Kode : 47J
Nilai Kapasitor = 47 x 100
Nilai Kapasitor = 47 x 1
Nilai Kapasitor = 47pF
Jadi Nilai Kapasitor yang berkode 47J adalah 47 pF ±5% yaitu berkisar antara 44,65pF ~ 49,35pF
Jika di badan Kapasitor tertera 222K maka nilai Kapasitor tersebut adalah :
Kode : 222K
Nilai Kapasitor = 22 x 102
Nilai Kapasitor = 22 x 100
Nilai Kapasitor = 2200pF
Toleransinya adalah 5% :
Nilai Kapasitor =2200  –   5% = 1980pF
Nilai Kapasitor = 2200 +  5% = 2310pF
Jadi Nilai Kapasitor dengan Kode 222K adalah berkisar antara 1.980 pF ~ 2.310 pF.
Untuk Kapasitor Chip (Chip Capacitor) yang terbuat dari Keramik, nilai Kapasitansinya tidak dicetak di badan Kapasitor Chip-nya, maka diperlukan Label Kotaknya untuk mengetahui nilainya atau diukur dengan Capacitance Meter (LCR Meter atau Multimeter yang dapat mengukur Kapasitor).
Sumber : produksielektronik.com/cara-membaca-menghitung-nilai-kapasitor-berdasarkan-kode-angka-kapasitor-kondensator/

KODE WARNA RESISTOR

Kode Warna Resistor pertama kali ditemukan pada tahun 1920 yang kemudian dikembangkan oleh perkumpulan pabrik radio di Eropa dan Amerika RMA (Radio Manufacturers Association). Pada era 1957, kelompok ini sepakat untuk berganti nama menjadi EIA (Electronic Industries Alliance) dan menetapkan kode tersebut sebagai standar EIA-RS-279. Dalam aturan standar EIA-RS-279, telah ditetapkan 3 sistem kode warna, yaitu :
  • Sistem Kode Warna 4 Pita.
  • Sistem Kode Warna 5 Pita.
  • Sistem Kode Warna 6 Pita.

Kode Warna Resistor

Kode Warna Resistor

Berikut ini akan kami jelasakan maksud dari ketiga sistem kode warna resistor diatas :

Sistem Kode Warna 4 Pita
Sistem Kode Warna 4 Pita
Sistem ini merupakan kode warna paling sering digunakan yang terdiri dari 4 pita warna yang mengelilingin badan resistor. Dua pita yang terdapat pada bagian depan merupakan informasi dua digit harga resistansi, sedangkan pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang di dalam resistor terdapat pita kelima yang berfungsi untuk menunjukan koefisien suhu, tetapi ini juga tergantung dari sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Tabel Sistem Kode Warna 4 Pita
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Perak, Pita ke-4 = Emas.
Nilainya adalah 0,56 Ω, dengan Toleransi 5%.
Sistem Kode Warna 5 Pita
Sistem kode warna 5 pita
Sistem kode warna ini banyak digunakan pada resistor presisi. Tiga pita pertama menunjukan harga resistansi, sedangkan pita keempat adalah pengali dan pita kelima adalah toleransi. Pada resistor yang memiliki 5 kode warna dengan pita keempat yang berwarna emas atau perak kadang di abaikan, karena hanya digunakan pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien.
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Hitam, Pita ke-3 = Hitam, Pita ke-4 = Perak. Pita ke-5 = Coklat.
Nilainya adalah 5 Ω, dengan Toleransi 1%.
Sistem Kode Warna 6 Pita
Sistem Kode Warna 6 Pita
Sistem kode warna satu ini terdapat 6 pita, dimana 3 pita pertama menunjukan nilai tahanan, pita keempat menunjukan perkalian desimal, pita kelima menunjukan nilai toleransi dan pita keenam menunjukan koefisien suhu.
Tabel Sistem Kode Warna Resistor 6 Pita
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Hijau, Pita ke-4 = Emas. Pita ke-5 = Coklat.
Pita ke-6 = Coklat.
Nilainya adalah 56,6 Ω, Toleransi 1%, Koefisien suhu 100 ppm / ºC
Demikian penjelasan singkat mengenai Kode Warna Resistor, semoga artikel kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Jenis-Jenis ResistorFungsi ResistorPengertian ResistorSimbol Resistor dan Fungsinya & Cara Menghitung Resistor 4 Warna.

MEMBUAT AMPLIFIER BTL SEDERHANA


Kalau Ampli jaman dulu kata master saya pakai IT dan OT. IT (Input Transformers) sebagai jembatan masukan pada Amplifier tersebut. OT (Output Transformers) sebagai jembatan output Amplifier tersebur ke speker nya. Rata-rata Ampli model ini banyak di gunakan pada jaman tabung, bukan jaman batu, hehehe...  setelah muncul Transistor maka Ampli model tersebut mulai ditinggalkan. Tapi saya perhatikan ada juga Model IT/OT yang diterapkan memakai transistor misalnya pada Amplifier jenis TOA yang sering dipakai  di Mesjid, mungkin itu diterapkan karna untuk mendapatkan output dengan inpedansi yang berpariasi dari 4Ω - 8Ω - 16Ω bahkan sampai ratusan Ω. Nah... klu udah liat inpedansi nya begitu kayaknya tidak bisa lah ya  kalau tanpa OT...
Kata master saya, setelah Transistor ditemukan dan para insinyur elektronika mulai ber-experiment maka mulailah ditemukan berbagai sistem Amplifier. Sistem Amplifier yang saya tau adalah:
OTL (Output Transformer Less) adalah sistem Amplifer dengan output tanpa trafo (IT/OT) namun menggunakan kapasitor
OCL (Output Capacitor Less) adalah sistem Amplifier dengan ouput tanpa trafo  (IT/OT) dan tanpa kapasitor
BTL (Bridge Tie Load) adalah sistem Amplifier dengan pengabungan dua buah Amplifier, bisa gabungan dari OTL atau gabungan dari OCL.  Rangkaian model ini banyak diterapkan juga yang pakai IC, contohnya IC TDA2030 dan lain-lainnya. dan suaranya memang lebih mantap dibanding dengan singel ended. Tapi jika menggunakan IC tentu dayanya sangat terbatas, nah untuk mempunya BTL dengan daya bersar kita bisa merakitnya sendiri. BTL ini terdiri dari Amplifier Stereo yang yang digabung dengan sebuah rangkaian OP AMP pada inputnya. Sinyal yang masuk pada rangkaian OP-AMP BTL  diolah sehingga keluarannya menjadi dua (dua output). Output yang pertama adalah output aslinya (Fasa Positive) dan output yang kedua adalah output yang Fasa nya sudah dirubah (Fasa Negative). Kemudian kedua output ini di hubungkan pada sebuah rangkaian Amplifier Stereo, dan yang cocok untuk ini adalah Amplifier OCL. Dengan digabungkan menggunakan rangkaian Op-Amp ini maka output dari Amplifier OCL tersebut akan ber-Fasa Positive dan ber-Fasa Negative yang langsung dihubungkan ke Speker (terminal positive dan negativenya). Jadi speker tidak ada yang ke GND makanya tendangannya juga semakin kuat dan mantap menghentakkan dada, tenaga bisa 2 sampa 4 kali lipat dari OCL biasa, makanya harus di perhitungkan dalam penggunaan tegangan supply dan speker yang digunakan kira-kira mampu tidak TR Finalnya di BTL... Namun jika kita menghubungakan speker dengan output L dan GND atau output R dengan GND maka fungsinya akan sama denga OCL biasa. Baiklah mungkin Anda kurang memahami kata-kata saya maka akan saya berikan beberapa gambar rangkaian OTL,OCL, dan BTL, gambar ini saya ambil dari data sheet IC TDA 2030 karna IC ini juga bisa diterapkan pada system-system tersebut

OTL TDA2030
Jika kita perhatikan gambar rangkaian dibawah output ke speker menggunakan kapasitor (elco) 2000uf, fungsi dari elco tersebut adalah sebagai penahan/pemblokir arus searah (DC) agar tidak ikut masuk ke speker dan ini adalah sebagai pengganti system OT (ouput transformers). Catu daya yang di gunakan pada Ampli model ini adala Single Power Supply (Positive dan Negative)
OCL TDA2030
Nah kalau kita lihat gambar rangkaian dibawah ini Output ke sepeker nya tidak pakai kapasitor (elco) namun diarah kan ke GND, dan ini adalah sytem OCL, sama seperti OCL yang menggunakan transistor bedanya yang ini sudah dikemas dalam bentuk IC TDA2030 sehingga lebih simpel walaupun daya nya terbatas 14watt saja. Catu daya yang dipakai pada system OCL ini adalah Split Power Supply atau catu daya kembar karna mempunya dua polaritas (Positive - GND - Negative)
BTL TDA2030
Mari deh kita amati gambar rangakaian dibawah ini... itu kan rangkaian dua buah Ampli OCL yang digabung jadi satu namun sumber masukannya berbeda (non inverting dan inverting) yang akan menbuat fasa masing out dari ampli tersebut berbeda pula fasa (negative dan positive) dan langsung di hubungkan keterminal sebuah speker. Inilah yang dimankan syste BTL (Bridge Tie Load). Catu daya yang digunakan sama seperti system OCL
Sebenernya banyak Ampli yang menggunakan sistem BTL, misalnya pada Tape Dack, Ampli Tape Mobil cuma itu kan dalam daya kecil paling tinggi 80watt dan rata-rata pakai IC.

Nah udah maksud kan mana itu OTL, OCL dan BTL??? OTL dan OCL bisa dikata gorikan dalam single ended. Klu sudah maksud kita lanjutkan bagai mana membuat Ampli BTL sendiri, pertama-tama kita siapkan dulu OCL Stereo lengkap dengan catu dayanya, kemudian kita buat rangkaian Op-Amp BTL untuk menggabungkan OCL Stereo itu jadi Mono, lihat dan pelajarilah gambar rangkaian Op-Amp BTL dibawah ini. IC nya bisa pakai TL082, 4558, LF353, DLL

Rangkaian OP-Amp BTL
Ini Diagram Blok Pemasangannya
Mungkin ada diantara kita yang beranggapan bagai mana kalau tidak menggunakan Op-Amp, tapi dengan menggabungkan input dari OCL Stereo itu jadi satu, atau satunya di GND-kan, kemudian outputnya (L&R) langsung ke speker, kan sama aja...namun tidak dimikian sobat.. kalau kita cuma main gabung nanti output yang keluar cuma satu fasa ini akan berdampak buruk bagi rangkaian dan  audio nya tidak enak didengar. Ga percaya...? ya coba aja sendiri, setelah itu coba juga yang pakai OP-Amp. dan bandingkan hasilnya...pokoknya jika rangkaian Op-Amp kamu bekerja dengan OCL 300 Stereo sudah jmlegur deh.... klu menurut aku dari rasa dan pendengaran aja udah bisa tak rasakan sound itu pakai BTL ata OCL biasa. Jika OCL biasa walu watt nya gede tapi suaranya tidak terasa menghentak didada... namun jika OCL yang udah di BTL-kan walau daya standar tapi akan terasa banget didada.
Sekian dulu ya teman-teman semoga postingan ku kali ini bermanfaat, mohon komentarnya yang membangun....
Sumber : http://seputar-indo1.blogspot.com/2012/11/membuat-amplifier-btl.html

Cara Memperbaiki Setrika Listrik yang Rusak

Cara Memperbaiki Kerusakan pada Seterika Listrik 
Dulu orang menggunakan arang kayu sebagai bahan bakar pemanas setrika. Namun dengan seiring berjalannya perkembangan teknologi, muncullah setrika listrik yang lebih praktis. Dengan menggunakan setrika listrik, menyetrika jadi lebih cepat dan hemat waktu. Masalahnya adalah setrika listrik seringkali mengalami kerusakan. Kerusakan pada setrika listrik terjadi karena adanya gangguan pada komponen pendukung yang ada didalam setrika tersebut.
Beberapa kerusakan yang sering terjadi pada setrika listrik adalah seperti:

Sabtu, 14 Februari 2015

cara memperbaiki kipas angin






CARA MEMPERBAIKI KIPAS ANGIN SENDIRI ???

Rabu, 11 Februari 2015

CARA MEMPERBAIKI TV


CARA MEMPERBAIKI TV

Cara memperbaiki TV - TV yang bergaris pertanda TV tersebut sudah rusak dan ada beberapa komponen yang harus segera diganti. Tentu jika Anda tidak mengetahui caranya, mungkin Anda akan segera membawanya ke servis TV terdekat. Nah, sebelum Anda membawa TV tersebut ke servis terdekat, tidak salahnya jika Anda mulai mencoba membongkarnya sendiri dan memperbaikinya sendiri. Karena pada dasarnya jika keruskan TV tersebut tidaklah parah, maka kita hanya perlu mengganti beberapa komponen yang harganya sangat murah tanpa harus membawanya ke servis TV yang harganya bisa mahal. Oleh karena itu mari kita coba bersama bagaimana cara memperbaiki TV yang gambarnya bergaris.