Kode Warna Resistor pertama kali ditemukan pada tahun 1920 yang kemudian dikembangkan oleh perkumpulan pabrik radio di Eropa dan Amerika RMA (Radio Manufacturers Association). Pada era 1957, kelompok ini sepakat untuk berganti nama menjadi EIA (Electronic Industries Alliance) dan menetapkan kode tersebut sebagai standar EIA-RS-279. Dalam aturan standar EIA-RS-279, telah ditetapkan 3 sistem kode warna, yaitu :
Berikut ini akan kami jelasakan maksud dari ketiga sistem kode warna resistor diatas :
Sistem Kode Warna 4 Pita
Sistem ini merupakan kode warna paling sering digunakan yang terdiri dari 4 pita warna yang mengelilingin badan resistor. Dua pita yang terdapat pada bagian depan merupakan informasi dua digit harga resistansi, sedangkan pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang di dalam resistor terdapat pita kelima yang berfungsi untuk menunjukan koefisien suhu, tetapi ini juga tergantung dari sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Contoh : Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Perak, Pita ke-4 = Emas. Nilainya adalah 0,56 Ω, dengan Toleransi 5%.
Sistem Kode Warna 5 Pita
Sistem kode warna ini banyak digunakan pada resistor presisi. Tiga pita pertama menunjukan harga resistansi, sedangkan pita keempat adalah pengali dan pita kelima adalah toleransi. Pada resistor yang memiliki 5 kode warna dengan pita keempat yang berwarna emas atau perak kadang di abaikan, karena hanya digunakan pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien.
Contoh : Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Hitam, Pita ke-3 = Hitam, Pita ke-4 = Perak. Pita ke-5 = Coklat. Nilainya adalah 5 Ω, dengan Toleransi 1%.
Sistem Kode Warna 6 Pita
Sistem kode warna satu ini terdapat 6 pita, dimana 3 pita pertama menunjukan nilai tahanan, pita keempat menunjukan perkalian desimal, pita kelima menunjukan nilai toleransi dan pita keenam menunjukan koefisien suhu.
Kalau Ampli jaman dulu kata master saya pakai IT dan OT. IT (Input Transformers) sebagai jembatan masukan pada Amplifier tersebut. OT (Output Transformers) sebagai jembatan output Amplifier tersebur ke speker nya. Rata-rata Ampli model ini banyak di gunakan pada jaman tabung, bukan jaman batu, hehehe... setelah muncul Transistor maka Ampli model tersebut mulai ditinggalkan. Tapi saya perhatikan ada juga Model IT/OT yang diterapkan memakai transistor misalnya pada Amplifier jenis TOA yang sering dipakai di Mesjid, mungkin itu diterapkan karna untuk mendapatkan output dengan inpedansi yang berpariasi dari 4Ω - 8Ω - 16Ω bahkan sampai ratusan Ω. Nah... klu udah liat inpedansi nya begitu kayaknya tidak bisa lah ya kalau tanpa OT... Kata master saya, setelah Transistor ditemukan dan para insinyur elektronika mulai ber-experiment maka mulailah ditemukan berbagai sistem Amplifier. Sistem Amplifier yang saya tau adalah: OTL (Output Transformer Less)adalah sistem Amplifer dengan output tanpa trafo (IT/OT) namun menggunakan kapasitor
OCL (Output Capacitor Less) adalah sistem Amplifier dengan ouput tanpa trafo (IT/OT) dan tanpa kapasitor
BTL (Bridge Tie Load) adalah sistem Amplifier dengan pengabungan dua buah Amplifier, bisa gabungan dari OTL atau gabungan dari OCL. Rangkaian model ini banyak diterapkan juga yang pakai IC, contohnya IC TDA2030 dan lain-lainnya. dan suaranya memang lebih mantap dibanding dengan singel ended. Tapi jika menggunakan IC tentu dayanya sangat terbatas, nah untuk mempunya BTL dengan daya bersar kita bisa merakitnya sendiri. BTL ini terdiri dari Amplifier Stereo yang yang digabung dengan sebuah rangkaian OP AMP pada inputnya. Sinyal yang masuk pada rangkaian OP-AMP BTL diolah sehingga keluarannya menjadi dua (dua output). Output yang pertama adalah output aslinya (Fasa Positive) dan output yang kedua adalah output yang Fasa nya sudah dirubah (Fasa Negative). Kemudian kedua output ini di hubungkan pada sebuah rangkaian Amplifier Stereo, dan yang cocok untuk ini adalah Amplifier OCL. Dengan digabungkan menggunakan rangkaian Op-Amp ini maka output dari Amplifier OCL tersebut akan ber-Fasa Positive dan ber-Fasa Negative yang langsung dihubungkan ke Speker (terminal positive dan negativenya). Jadi speker tidak ada yang ke GND makanya tendangannya juga semakin kuat dan mantap menghentakkan dada, tenaga bisa 2 sampa 4 kali lipat dari OCL biasa, makanya harus di perhitungkan dalam penggunaan tegangan supply dan speker yang digunakan kira-kira mampu tidak TR Finalnya di BTL... Namun jika kita menghubungakan speker dengan output L dan GND atau output R dengan GND maka fungsinya akan sama denga OCL biasa. Baiklah mungkin Anda kurang memahami kata-kata saya maka akan saya berikan beberapa gambar rangkaian OTL,OCL, dan BTL, gambar ini saya ambil dari data sheet IC TDA 2030 karna IC ini juga bisa diterapkan pada system-system tersebut
OTL TDA2030 Jika kita perhatikan gambar rangkaian dibawah output ke speker menggunakan kapasitor (elco) 2000uf, fungsi dari elco tersebut adalah sebagai penahan/pemblokir arus searah (DC) agar tidak ikut masuk ke speker dan ini adalah sebagai pengganti system OT (ouput transformers). Catu daya yang di gunakan pada Ampli model ini adala Single Power Supply (Positive dan Negative)
OCL TDA2030 Nah kalau kita lihat gambar rangkaian dibawah ini Output ke sepeker nya tidak pakai kapasitor (elco) namun diarah kan ke GND, dan ini adalah sytem OCL, sama seperti OCL yang menggunakan transistor bedanya yang ini sudah dikemas dalam bentuk IC TDA2030 sehingga lebih simpel walaupun daya nya terbatas 14watt saja. Catu daya yang dipakai pada system OCL ini adalah Split Power Supply atau catu daya kembar karna mempunya dua polaritas (Positive - GND - Negative)
BTL TDA2030 Mari deh kita amati gambar rangakaian dibawah ini... itu kan rangkaian dua buah Ampli OCL yang digabung jadi satu namun sumber masukannya berbeda (non inverting dan inverting) yang akan menbuat fasa masing out dari ampli tersebut berbeda pula fasa (negative dan positive) dan langsung di hubungkan keterminal sebuah speker. Inilah yang dimankan syste BTL (Bridge Tie Load). Catu daya yang digunakan sama seperti system OCL
Sebenernya banyak Ampli yang menggunakan sistem BTL, misalnya pada Tape Dack, Ampli Tape Mobil cuma itu kan dalam daya kecil paling tinggi 80watt dan rata-rata pakai IC.
Nah udah maksud kan mana itu OTL, OCL dan BTL??? OTL dan OCL bisa dikata gorikan dalam single ended. Klu sudah maksud kita lanjutkan bagai mana membuat Ampli BTL sendiri, pertama-tama kita siapkan dulu OCL Stereo lengkap dengan catu dayanya, kemudian kita buat rangkaian Op-Amp BTL untuk menggabungkan OCL Stereo itu jadi Mono, lihat dan pelajarilah gambar rangkaian Op-Amp BTL dibawah ini. IC nya bisa pakai TL082, 4558, LF353, DLL
Rangkaian OP-Amp BTL
Ini Diagram Blok Pemasangannya
Mungkin ada diantara kita yang beranggapan bagai mana kalau tidak menggunakan Op-Amp, tapi dengan menggabungkan input dari OCL Stereo itu jadi satu, atau satunya di GND-kan, kemudian outputnya (L&R) langsung ke speker, kan sama aja...namun tidak dimikian sobat.. kalau kita cuma main gabung nanti output yang keluar cuma satu fasa ini akan berdampak buruk bagi rangkaian dan audio nya tidak enak didengar. Ga percaya...? ya coba aja sendiri, setelah itu coba juga yang pakai OP-Amp. dan bandingkan hasilnya...pokoknya jika rangkaian Op-Amp kamu bekerja dengan OCL 300 Stereo sudah jmlegur deh.... klu menurut aku dari rasa dan pendengaran aja udah bisa tak rasakan sound itu pakai BTL ata OCL biasa. Jika OCL biasa walu watt nya gede tapi suaranya tidak terasa menghentak didada... namun jika OCL yang udah di BTL-kan walau daya standar tapi akan terasa banget didada. Sekian dulu ya teman-teman semoga postingan ku kali ini bermanfaat, mohon komentarnya yang membangun....
Sumber : http://seputar-indo1.blogspot.com/2012/11/membuat-amplifier-btl.html
Berdasarkan informasi dari bapak
lukas sunanto,22 februari 2015 menyatakan bahwa
perusahaan Bapak memerlukan tenaga kerja di bidang elektronika.saya yang
bertanda tangan di bawah ini :
nama : Rizkiani kurniawan
tempat,tgl
lahir :Batang,24 Juni 1997
agama : islam
alamat :Desa Lebo kecamatan
Gringsing
pendidikan :SMK program keahlian
elektronika
mohon
kiranya diterima sebagai karyawan diperusahaan yang Bapak pimpin sesuai latar
belakang pendidikan saya,sebagai bahan pertimbangan,bersama
ini saya lampirkan :
1.Foto
copy ijazah terakhir yang telah diligalisasi
2.surat
keterangan kelakuan baik ( SKKB )
3.dua
buah pas foto terbaru ukuran 4X6
4.daftar
riwayat hidup ( curriculum vitae )
Besar
harapan saya untuk di terima diperusahaan Bapak.Atas perhatian Bapak,saya ucapkan
terima kasih.
Melihat sebuah film bersama dengan keluarga memang menyenangkan,
apalagi didukung dengan efek suara yang mengesankan. Untuk menciptakan
efek suara ini diperlukan sound system yang memadai. Apa itu sound
system?
Ada cukup banyak pengertian mengenai sound system. Beberapa di antaranya mengartikan sound system sebagai berikut:
Seperangkat peralatan untuk memainkan musik, dimana iringan musik yang dimainkan terdengar seperti orkestra.
Sebuah sistem dari peralatan elektronik yang digunakan untuk merekam atau memproduksi ulang suara.
Seperangkat peralatan elektronik yang digunakan untuk memainkan
musik atau video film di pengeras suara terdengar semakin atau lebih
keras.
Meskipun berbeda, namun secara esensial pengertian sound system
tersebut ingin menyampaikan hal yang sama, yakni seperangkat peralatan
elektronik yang digunakan untuk menghasilkan efek suara yang berkualitas
baik ketika bermain game, mendengarkan musik, maupun menonton film.
Sebenarnya sound system tidak hanya digunakan untuk sekedar
memperkeras suara saja, karena fungsi tersebut telah dilakukan oleh
speaker. Ketika musik atau video film dimainkan, elemen suara direkam
melalui saluran yang berbeda. Saluran ini disandikan pada DVD bersamaan
dengan gambar yang diputar kembali. Jika Anda memiliki surround sound
system, maka suara tersebut akan dikirim ke speaker untuk menciptakan
efek suara seperti pada gedung bioskop.
Secara umum untuk menghasilkan efek suara yang bagus, sebuah sound
system memiliki lima speaker dan subwoofer. Lima speaker tersebut
terletak di bagian depan kiri dan kanan, tengah, serta bagian belakang
kiri dan kanan. Setiap speaker merepresentasikan suara pada video film
yang dimainkan. Sebagai contoh, sebuah mobil dalam layar melaju dari
kiri ke kanan, maka suara mobil akan mulai terdengar dari speaker yang
terletak di bagian depan kiri kemudian dilanjutkan ke kanan dan
seterusnya hingga suaranya menghilang karena jarak yang semakin jauh.
Speaker yang berada di tengah biasanya digunakan untuk dialog. Sementara
untuk subwoofer digunakan untuk memperkeras suara bass.
Sebuah sound system terdiri dari tiga komponen, yakni speaker, kabel
koneksi, dan pesawat penerima. Pesawat penerima ini merupakan inti dari
sistem yang membaca sandi sinyal suara dari DVD dan mengirimnya ke
speaker.
Untuk menciptakan home theater menggunakan komputer, Anda tentunya
harus mengoneksikan komputer dengan perangkat home theater Anda.
Bagaimana caranya? Pertama-tama Anda harus mengecek koneksi baik pada
komputer maupun pesawat penerima. Anda bisa mengaitkan komputer ke
sistem home theater menggunakan tiga jenis koneksi, yaitu:
Koneksi analog. Koneksi ini merupakan koneksi standar yang terdapat
di seluruh komputer. Artinya, jika komputer Anda tidak memiliki koneksi
digital, maka koneksi inilah yang harus digunakan.
Koneksi digital (coaxial). Koneksi ini menggunakan kabel RCA-RCA
tunggal. Sebagai koneksi yang menggunakan sinyal digital, koneksi ini
tidak menghasilkan gangguan atau noise. Koneksi ini tidak selalu
dimiliki oleh seluruh komputer.
Koneksi digital (optical). Koneksi ini sama-sama bersifat digital,
hanya saja perangkat yang digunakan berbeda. Untuk koneksi ini jenis
perangkat yang digunakan adalah kabel optic fiber. Dari kedua jenis
koneksi lainnya, koneksi ini merupakan koneksi yang paling baik. Seperti
halnya dengan koneksi digital coaxial, koneksi digital optical juga
tidak selalu tersedia pada seluruh komputer.
Sebagaimana telah disebutkan bahwa seluruh komputer memiliki ouput
audio analog. Output audio analog ini umumnya direpresentasikan dengan
warna hijau berlabel line out atau speaker out.
Gambar 3.1. Tampilan output audio analog
Sementara untuk audio output digital coaxial menggunakan konektor RCA
yang umumnya berwarna kuning atau orange dengan label “SPDIF Out” atau
“Digital Out”. Meskipun demikian, saat ini warna tidaklah menjadi ukuran
karena warna kuning juga digunakan pada output video gabungan. Sejak
output video ini tersedia dalam video card, ditemukan konektor output
video berwarna biru dalam piringan metalik yang sama. Untuk output audio
digital optic lebih mudah ditemukan. Output audio ini biasanya berwarna
hitam dan berbentuk kotak.
Gambar 3.2. Tampilan output audio digital
Peralatan Sound System Untuk PC
Sound system merupakan salah satu unsur yang memiliki peranan penting
dalam perangkat home theater. Salah satu keunggulan dari home theater
adalah efek suara yang menyerupai gedung bioskop. Berkenaan dengan hal
tersebut, untuk menghadirkan home theater di rumah, Anda harus
menyediakan sound system yang memadai.
Peralatan sound system yang dibutuhkan untuk membangun home theater
menggunakan PC agak berbeda dengan perangkat home theater yang dijual
paket dengan harga yang cukup mahal. Adapun perangkat sound system untuk
PC dapat diuraikan dan dijelaskan sebagai berikut:
Sound Card
Sound system dalam PC atau komputer dimulai dari sound card.
Perangkat ini bisa berupa kartu dengan steker atau kartu yang telah
terintegrasi dengan motherboard. Sound card yang masih bersifat
tradisional atau klasik memiliki empat jack stereo berukuran 3.5
milimeter untuk input dan output. Salah satu jack digunakan untuk input
mikrofon dan satu lagi untuk speaker atau headphone. Sementara untuk dua
jack lainnya untuk Line In dan Line Out. Anda bisa menggunakan jack
mikrofon dan speaker untuk melakukan panggilan telepon atau bermain game
di internet.
Untuk menghasilkan kualitas suara yang bagus, sebaiknya Anda memilih
sound card yang bisa mengarah ke beberapa speaker. Berkenaan dengan hal
tersebut, konfigurasi speaker dikenal dengan sistem nomor. Sebagai
contoh, angka 2.0 merepresentasikan stereo sederhana dengan dua saluran
speaker, yakni kiri dan kanan. Sementara sistem 2.1 dilengkapi dengan
subwoofer untuk menghasilkan suara yang lebih baik dengan respon
frekuensi yang rendah. Sound system untuk home theater tentunya lebih
kompleks, artinya saluran speaker tidak hanya terdiri dari dua yakni
kiri dan kanan saja. Untuk home theater, sound system yang diperlukan
dimulai dari 5.1 yang memiliki lima speaker yakni dua di depan (kanan
dan kiri), dua di belakang (kanan dan kiri), dan satu di tengah, serta
subwoofer. Terkait dengan hal itu, Anda akan menemukan banyak kabel
speaker di bagian belakang PC Anda.
Gambar 3.3. Tampilan sound card yang competible dengan sound system model 5.1
Speaker
Perangkat ini memiliki peranan penting bahkan merupakan inti dari
sound system. Sound system dalam home theater tidak hanya sekedar untuk
memperkeras suara, tetapi menghasilkan atmosfir suara dan efek surround
yang bersumber dari penempatan speaker yang tepat.
Berkenaan dengan suara dan efek surround yang berkualitas, sound
system dalam home theater paling tidak membutuhkan speaker dengan model
atau sistem 5.1. Sistem speaker ini terdiri dari lima buah speaker yang
penempatannya berada di depan kiri, kanan, dan tengah serta dua buah
surround. Selain itu dalam sistem ini juga dilengkapi subwoofer.
Konfigurasi speaker ini bisa dibilang cukup canggih untuk menghasilkan
efek suara yang berkualitas. Namun, ada yang lebih canggih lagi yakni
konfigurasi 6.1 yang terdiri dari 6 speaker dan sebuah subwoofer atau
7.1 yang mencakup 7 speaker dan sebuah subwoofer.
Konfigurasi-konfigurasi speaker ini mampu menghasilkan efek suara yang
penuh dan nyata.
Meskipun demikian, konfigurasi speaker bukanlah faktor mutlak yang
menentukan kualitas efek suara. Terciptanya efek suara yang berkualitas
juga dipengaruhi oleh faktor ruangan. Berkenaan dengan hal tersebut,
sebenarnya tidak ada rule of thumb dari ukuran kualitas efek suara. Oleh
sebab itu, kualitas efek suara ditentukan oleh indera pendengaran Anda
sendiri. Meskipun Anda telah mengetahui cara menempatkan posisi speaker
yang tepat, namun hasil akhirnya akan tergantung pada bagaimana efek
suara terdengar di telinga Anda.
Gambar 3.4. Tampilan speaker dengan konfigurasi 5.1
Subwoofer
Subwoofer merupakan bagian dari susunan speaker yang berfungsi untuk
mengeluarkan dan memperkeras suara bass ke ruang dengar Anda. Perangkat
ini dapat dibilang spesial karena mampu menghasilkan suara bass yang
lebih nyata.
Untuk menghasilkan suara saja Anda memang bisa menggunakan perangkat
speaker stereo yang sederhana. Namun, perangkat speaker tersebut tidak
bisa menghasilkan suara bass yang memuaskan. Sebenarnya penggunaan
subwoofer membutuhkan ruangan yang cukup luas sehingga efek suara bass
yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Namun, apabila ruangan dimana
Anda meletakkan PC cukup terbatas, maka Anda bisa menempatkan subwoofer
di bawah meja komputer Anda. Dengan begitu, Anda bisa tetap mendengarkan
suara bass pada musik atau film dengan baik.
Secara prinsip subwoofer juga merupakan speaker. Namun, jenis suara
yang dihasilkan berbeda dengan speaker pada umumnya, dimana subwoofer
hanya berfokus pada suara bass. Berkenaan dengan perbedaan tersebut,
gelombang yang ditransimisikan pada subwoofer dengan speaker juga
berbeda. Gelombang suara dengan frekuensi rendah dikeluarkan melalui
subwoofer, sedangkan gelombang suara berfrekuensi tinggi diarahkan ke
speaker.
Gambar 3.5. Tampilan subwoofer
USB External Sound Card
Untuk menyediakan sound system home theater dengan PC, Anda bisa juga
memanfaatkan USB external sound card atau dikenal pula sebagai USB
speaker system. Perangkat ini digunakan untuk memindahkan seluruh
sirkuit audio ke luar PC atau komputer. Hal ini hanya bisa dilakukan
dengan mengoneksikan komputer dengan kabel USB digital. Jika dalam
proses menggunakan USB external sound card ini mengalami masalah atau
error, hal tersebut disebabkan oleh sinyal analog. Namun dengan digital
interface, gangguan noise akan dipisahkan dari sirkuit audio yang
bersifat sensitif. Perangkat ini umumnya baik digunakan untuk komputer
wireless atau laptop yang hanya memiliki sebuah output suara untuk
headphone.
Gambar 3.6. Tampilan USB external sound card
Perangkat USB external sound card ini merupakan versi sederhana dari
sound card yang biasanya telah built-in pada sebuah komputer. Berkenaan
dengan hal tersebut, USB external sound card berfungsi untuk
mentransmisikan informasi dari program komputer ke speaker guna
memproduksi suara. Perangkat ini cukup memuaskan dalam hal menghasilkan
efek suara yang mengagumkan ketika bermain game, melihat film, atau
mendengarkan musik.
Namun, jika Anda telah memiliki sound card internal, apakah sound
card eksternal masih diperlukan? Jawabannya tergantung pada pilihan dan
kebutuhan Anda sendiri. Perangkat ini memungkinkan Anda untuk memperoleh
pengalaman baru dalam mendengarkan suara dengan kualitas tinggi dari
laptop yang berada pada kondisi suhu yang tidak memungkinkan bagi sound
card internal. Namun sayangnya port USB yang terdapat pada laptop
umumnya terbatas sehingga tidak cukup untuk menghubungkan sound card
eksternal dengan laptop. Sebelum menghubungkan sound card eksternal ke
port USB laptop, pastikan Anda telah mengoneksikan beragam perangkat
lain yang lebih prioritas pada laptop Anda.
Gambar 3.7. Tampilan sound card eksternal yang dihubungkan dengan laptop
Jenis-jenis Gangguan dalam Proses Perubahan PC Menjadi Home Theater
Setiap proses yang menghasilkan bentuk baru biasanya mengalami suatu
kendala yang bisa berpengaruh pada terhambatnya proses tersebut atau
bahkan kualitas dari hasil proses terkait. Demikian pula halnya dengan
proses perubahan PC menjadi home theater.
Gangguan pada sound system seringkali disebut dengan istilah
“debugging”. Ada beberapa jenis gangguan yang dialami sebuah sound
system seperti distorsi, noise atau suara tidak jernih, dan dengungan.
Secara garis besar, gangguan-gangguan tersebut muncul karena komputer
kurang kompatibel atau dengan kata lain komputer tidak dirancang secara
khusus untuk sesuai dengan sound system hi-fi. Berkenaan dengan hal
tersebut, berikut ini dapat dijelaskan jenis-jenis gangguan pada proses
mengubah PC menjadi home theater terutama di bagian sound system-nya.
Distorsi
Sinyal audio mudah mengalami distorsi pendek yang bisa disebabkan
oleh steker yang kotor atau kerusakan audio CODEC
(Compression/Decompression algorithm). Penyebab gangguan distorsi yang
pertama, yakni steker kotor atau longgar. Agar sound system yang
dikoneksikan pada komputer tidak mengalami gangguan, pastikan sinyal
audio pada komputer terhubung dengan kuat dan bersih. Kontak yang
berkarat dapat mengakibatkan suara yang dihasilkan begitu buruk. Untuk
menghindari hal tersebut, bersihkan steker dengan kain kering atau Anda
bisa menggunakan alat pembersih khusus untuk steker. Jika setelah
dibersihkan suara yang dihasilkan tetap mengalami gangguan, maka
pindahkan kabel koneksi.
Gangguan distorsi suara pada sound system juga bisa disebabkan oleh
beban yang terlalu berat (overload). Kasus kelebihan berat ini biasanya
terjadi ketika volume suara diatur terlalu keras dimana sirkuit tidak
dapat memperkuat suara dengan baik sehingga puncak sinyal terpotong. Hal
ini menciptakan distorsi yang selaras. Gangguan distorsi ini akan
terdengar jelas pada rekaman musik yang beraliran keras seperti rock,
underground, punk, dan lain sebagainya. Jika musik ini dimainkan
menggunakan media komputer, maka suaranya akan terdengar sangat buruk.
Noise
Selain distorsi, gangguan lain yang seringkali dialami oleh sound
system adalah noise. Jenis gangguan yang satu ini umumnya “menjangkiti”
seluruh sistem audio pada beberapa level. Gangguan ini cenderung
bersifat alami dari produk sinyal yang memperbesar atau memperkeras
suara. Oleh sebab itu, gangguan ini bisa diminimalisasikan sehingga
tidak terdengar suara “berisik” lagi. Jenis gangguan noise ini umumnya
muncul dalam bentuk suara mendesis ketika Anda menaikkan volume suara.
Meskipun bersifat natural, namun keberadaan noise pada suara baik
ketika Anda bermain game, mendengarkan musik, ataupun melihat film tentu
mengurangi kenyamanan. Berkenaan dengan hal tersebut, gangguan ini
harus diminimalkan atau bahkan dihilangkan agar suara yang keluar dari
sound system dapat dinikmati dengan jelas dan jernih.
Gangguan noise pada suara dapat diminimalkan dengan suatu konsep yang
dikenal dengan nama gain distribution. Cara kerja dari konsep ini
adalah mengatur volume suara dari peralatan sound system Anda. Bagaimana
caranya? Sebagai contoh, diasumsikan Anda memiliki seperangkat speaker
yang menerima sinyal analog dari sound card. Selanjutnya mainkanlah
musik dari CD yang dimasukkan ke dalam CD drive. Setelah itu bukalah
panel pengendali audio mixer yang umumnya dilakukan dengan
mengklik-ganda ikon speaker yang terdapat di system tray layar komputer
Anda.
Gambar 3.8. Tampilan panel pengendali audio mixer atau kotak dialog Master Volume
Dari panel pengendali audio mixer tersebut, turunkan slider CD Volume
hingga ke bawah. Berikutnya naikkan slider Master Volume hingga ke
atas, kemudian naikkan pula slider pengendali volume untuk speaker.
Hasilnya, Anda mungkin akan mendengar noise berupa suara desisan yang
banyak tanpa diiringi suara musik. Hal ini disebabkan oleh gain pada
speaker dan sound card berada pada level maksimal. Untuk mengurangi
noise tersebut, cobalah untuk menaikkan slider CD Volume secara
perlahan. Dari sini Anda akan memperoleh volume maksimal dengan cepat,
tetapi masih terdengar suara desisan.
Demonstrasi pengaturan audio mixer untuk meminimalkan noise tentu
tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Sekarang cobalah untuk
mengulangi proses dan memulainya dengan mematikan volume untuk speaker
dengan menggeser slidernya hingga ke bawah. Sementara untuk pengendali
mixer lainnya seperti Volume CD dan Master Volume aktifkan hingga level
tertinggi. Setelah itu naikkan slider volume untuk speaker secara
perlahan hingga mencapai level yang diinginkan. Jika sudah, atur kembali
pengendali audio mixer yang lain hanya untuk membersihkan distorsi yang
berlebihan. Dengan demikian, Anda bisa mengatur volume dan kualitas
suara yang diinginkan dengan cepat, dimana distorsi rendah dan suara
desisan minimal. Inilah penerapan dari konsep gain distribution di
antara elemen-elemen sound system Anda.
Dengungan
Suara dengungan pada sound system seringkali mengakibatkan frustrasi.
Gangguan suara berupa dengungan ini disebabkan oleh pergerakan arus
listrik yang mencapai 60 Hertz sehingga dapat mengakibatkan terjadinya
kebocoran dimana saja. Frekuensi 60 Hz merupakan frekuensi rendah yang
tidak dipancarkan kembali oleh sistem speaker dengan baik. Sistem
speaker umumnya memancarkan frekuensi 120 Hz, 180 Hz, 240 Hz, dan
seterusnya.
Untuk mengatasi gangguan ini, Anda bisa mendemonstrasikan kembali
konsep gain distribution. Suara mendengung pada sound system akan
terdengar semakin keras dengan pengeras suara. Oleh sebab itu, matikan
volume pengeras suara.
Salah satu sumber yang memicu suara mendengung pada sound system
adalah penggunaan kabel yang tidak terlindungi antara Line Out sound
card dengan input sistem speaker. Jika gangguan suara disebabkan oleh
hal tersebut, Anda bisa mengganti kabel Line Out sound card dengan kabel
steker yang berukuran 3.5 mm. Kabel ini dirancang untuk mengaitkan
speaker. Pastikan bahwa seluruh kabel antara sound card dengan sistem
speaker memiliki pelindung. Langkah aman yang bisa dilakukan adalah
menggunakan kabel yang telah menjadi satu paket dengan sistem speaker
yang pengaturan posisinya sesuai dengan instruksi penggunaan yang ada.
Kabel yang tidak memiliki pelindung dapat bekerja dengan baik di antara
pengeras suara (amplifier) dengan speaker, tetapi tidak pada input
speaker amplifier.
Penyebab gangguan suara dengung lainnya bisa berasal dari power
supply. Untuk mengatasinya, cabut steker power supply dan matikan
pengendali volume yang biasa Anda gunakan untuk mengatur volume suara.
Setelah itu cabut pula kabel sinyal suara dan pastikan steker tidak
menyentuh apapun. Hal ini tidaklah berbahaya, hanya saja bisa
mengakibatkan suara dengung apabila terkoneksi dengan sesuatu. Jika
sudah, pasang kembali steker power supply. Jika masih terdengar suara
dengung, maka suara tersebut berasal dari power supply dalam speaker.
Oleh sebab itu, Anda perlu berpikir untuk meng-upgrade speaker tersebut.
Tip dan Trik Memilih Sound System
Untuk mengubah PC atau komputer menjadi sebuah home theater tentulah
membutuhkan peranan sound system. Sound system berfungsi untuk
menghasilkan efek suara yang dramatis seperti pada gedung bioskop. Efek
suara yang dramatis dan berkualitas tidak hanya dipengaruhi oleh
pengaturan posisi perangkat sound system saja, tetapi juga kualitas dari
perangkat sound system itu sendiri. Berkenaan dengan hal tersebut,
berikut ini dapat dijabarkan tip an trik memilih sound system agar efek
suara yang dihasilkan benar-benar berkualitas.
Gunakan Surround Speaker dengan Multi-Speaker
Ada banyak sistem speaker untuk komputer yang beredar di pasaran
mulai dari 2.0 sampai dengan 7.1. Setiap speaker system memiliki
keunggulan dan kelemahan. Untuk mengetahuinya, berikut ini dapat
dijelaskan secara singkat mengenai jenis-jenis speaker system tersebut.
Speaker system 2.0: sistem speaker yang satu ini banyak tersedia dan
mudah ditemukan di pasaran. Sistem ini hanya terdiri dari dua speaker
yang menghasilkan suara biasa-biasa saja. Artinya, sistem speaker ini
tidak bisa menghasilkan efek suara seperti dalam gedung bioskop, karena
speaker ini umumnya digunakan pada komputer kantor.
Gambar 3.9. Tampilan sistem speaker 2.0 untuk PC
Speaker system 2.1: sistem speaker 2.1 tidak jauh berbeda dengan 2.0,
hanya saja pada sistem 2.1 terdapat tambahan perangkat subwoofer. Jika
dibandingkan dengan sistem 2.0, kualitas suara yang dihasilkan lebih
baik, tetapi belum bisa menghasilkan efek suara dramatis layaknya gedung
sinema.
Gambar 3.10. Tampilan sistem speaker 2.1 untuk PC
Speaker system 4.1: sistem speaker ini lebih lengkap karena memiliki 4
speaker dan sebuah subwoofer. Suara yang dihasilkan cukup bagus. Sistem
speaker ini biasanya digunakan untuk aktivitas bermain game.
Gambar 3.11. Tampilan sistem speaker 4.1 untuk PC
Speaker system 5.1: sistem speaker yang satu ini terdiri dari 5 buah
speaker dan sebuah subwoofer. Jika dibandingkan dengan sistem
sebelumnya, sistem speaker ini mampu menghasilkan efek suara yang lebih
baik. Di samping itu, efek suara yang dihasilkan bisa menyerupai gedung
sinema dengan catatan penempatan speaker dilakukan secara tepat. Terkait
dengan hal itu, penempatan speaker ini umumnya 2 di bagian depan kanan
dan kiri, 2 di bagian belakang kanan dan kiri pula, dan 1 speaker
lainnya ditempatkan di tengah. Efek suara dramatis yang dihasilkan
sistem ini mencakup baik pada saat bermain game, mendengarkan musik,
maupun menonton film.
Gambar 3.12. Tampilan speaker system 5.1 untuk PC
Speaker system 7.1: sesuai dengan namanya, sistem speaker ini terdiri
dari 7 buah speaker dan sebuah subwoofer. Semakin banyak speaker pada
sistem ini, efek suara yang dihasilkan juga semakin menawan. Namun,
sistem speaker ini umumnya cukup mahal.
Gambar 3.13. Tampilan sistem speaker 7.1 untuk PC
Dari penjelasan masing-masing sistem speaker tersebut, sebaiknya Anda
menggunakan sistem speaker menengah dalam arti tidak terlalu mahal
tetapi mampu menghasilkan efek suara yang diinginkan dan tentunya sesuai
dengan kebutuhan Anda. Penggunaan sistem speaker dengan banyak speaker
memungkinkan adanya pendistribusian suara, dimana setiap speaker
merepresentasikan suara yang berbeda. Sebagai contoh misalnya, efek
suara laju motor atau mobil yang mengarah dari kiri ke kanan suaranya
akan muncul pada speaker yang terletak di sisi kiri terlebih dahulu baru
ke speaker yang berada di sisi kanan. Sementara untuk dialog atau
percakapan direpresentasikan oleh speaker yang berada di tengah. Dengan
adanya distribusi suara ini, maka suara yang terdengar di telinga
menjadi lebih jelas dan jernih.
Berkenaan dengan surround sound system, berikut ini dapat diuraikan tip memilih sound system:
Sebagai prasyarat dasar, home theater yang baik minimal harus
memiliki 5 buah speaker. Penempatan speaker tersebut juga harus diatur
sedemikian rupa agar efek suara yang dihasilkan benar-benar memberikan
pengalaman tersendiri bagi yang mendengarkan. Secara umum, 3 speaker
ditempatkan di depan dengan posisi kanan, tengah, dan kiri. Sementara 2
speaker lainnya ditempatkan di belakang kanan dan kiri “audience”.
Dengan posisi penempatan speaker tersebut, “audience” akan mampu
mendengarkan kualitas suara yang mengagumkan.
Pusat sebuah sound system terletak pada tombol speaker. Oleh sebab
itu, speaker yang dilengkapi dengan tombol sebaiknya ditempatkan di
tengah, bisa di atas maupun di bawah layar komputer. Saat menempatkan
pusat speaker perlu diingat bahwa speaker harus sejajar dengan posisi
telinga “audience”. Hal ini dimaksudkan agar suara yang dihasilkan dapat
diterima oleh “audience” dengan jelas. Penempatan pusat speaker
tersebut juga harus dibarengi dengan jarak yang sama dari speaker yang
ada di sisi kiri dan kanan “audience”.
Sebelum membeli perangkat sound system, sebaiknya Anda melakukan
survey terlebih dahulu. Artinya, Anda membandingkan perangkat sound
system dari beberapa toko baik dari harga, merek, maupun kualitas suara
yang dihasilkannya. Untuk mendapatkan perangkat sound system yang
benar-benar bermutu bagus, jika perlu Anda bisa mencari sumber referensi
misalnya dengan membaca review produk dan lain sebagainya. Langkah ini
bisa semakin menambah pengetahuan Anda mengenai sound system yang
berkualitas. Jadi, jangan langsung membeli perangkat sound system pada
toko pertama yang Anda kunjungi.
Setelah Anda merasa referensi yang diperoleh sudah cukup, Anda bisa
membandingkan harga perangkat sound system dengan anggaran yang
dimiliki. Semakin baik kualitas sound system, tentu semakin mahal
harganya. Jika anggaran Anda terbatas, maka Anda bisa memilih sound
system dengan kualitas menengah, minimal cukup sesuai dengan kebutuhan
Anda.
Pilih Amplifier dengan Banyak Input dan Output
Secara sekilas, fungsi amplifier dengan speaker hampir sama yakni
memperkeras suara. Namun, jika ditelisik lebih jauh, kedua perangkat ini
memiliki fungsi yang berbeda. Speaker digunakan sebagai media untuk
“menampilkan” suara dari media player. Sementara amplifier digunakan
sebagai pengeras suara yang telah “ditampilkan” oleh speaker.
Amplifier merupakan bagian dari perangkat sound system yang memiliki
peranan penting dalam menghasilkan efek suara yang berkualitas.
Berkenaan dengan hal tersebut, ketika memilih amplifier, pilihlah yang
memiliki banyak input dan output di bagian belakangnya. Ketersediaan
input dan output dalam jumlah yang memadai pada sebuah amplifier sangat
penting, mengingat perangkat ini tidak hanya bisa digunakan sebatas
untuk memperkeras suara game yang sedang dimainkan, musik yang sedang
didengar, atau film yang sedang ditonton. Amplifier juga bisa
dihubungkan dengan komponen atau perangkat lain yang diperlukan seperti
mikrofon, perekam suara, dan lain sebagainya.
Gambar 3.14. Tampilan amplifier tampak depan dan belakang
Dengan amplifier, Anda bisa mengetahui respon frekuensi, sinyal rasio
noise, range dynamic, harmonic distortion, dan saluran output maksimal.
Komponen-komponen tersebut merupakan ukuran yang harus diperhatikan
untuk menghasilkan kualitas suara yang mengagumkan.
Dulu
orang menggunakan arang kayu sebagai bahan bakar pemanas setrika. Namun
dengan seiring berjalannya perkembangan teknologi, muncullah setrika
listrik yang lebih praktis. Dengan menggunakan setrika listrik,
menyetrika jadi lebih cepat dan hemat waktu. Masalahnya adalah setrika
listrik seringkali mengalami kerusakan. Kerusakan pada setrika listrik
terjadi karena adanya gangguan pada komponen pendukung yang ada didalam
setrika tersebut.
Beberapa kerusakan yang sering terjadi pada setrika listrik adalah seperti:
Ada banyak keunikan dari tempat wisata di Jawa Timur,
di antaranya adalah pesona wisata alam yang memikat serta panorama laut
yang menawan hati. Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di
Indonesia ini memiliki ibukota yang juga merupakan salah satu destinasi
wisata di Jawa Timur, Surabaya. Kota metropolitan Surabaya adalah wajah
modern Jawa Timur saat ini dengan karakteristik budaya yang masih tetap
dipertahankan.
Keunikan wisata Jawa Timur
dapat dijumpai dalam sajian wisata kuliner Jatim dengan berbagai olahan
makanan laut, kreativitas makanan daging, dan sejumlah makanan kuliner
khas Jatim lainnya. Salah satu yang terkenal adalah sate Madura. Atau,
Anda dapat pergi ke Mojokerto untuk mencicipi onde-onde yang enak di
sana.
Akses menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur juga telah
didukung dengan beragam moda transportasi serta infrastruktur yang baik.
Bandara udara Djuanda adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Di
Jawa Timur, Anda dapat dengan mudah mendapatkan bis umum, menaiki
angkot, atau menyewa mobil untuk digunakan secara private, hingga taksi.
Bahkan, opsi mengelilingi kota dengan becak atau ojek adalah hal yang
dapat Anda temukan di sana.